Kedatangan Shayne Pattynama di Persija Jakarta pada pertengahan musim BRI Super League 2025/26 menambah dinamika di lini pertahanan tim. Pemain naturalisasi Timnas Indonesia ini langsung dihadapkan pada tantangan besar: bersaing dengan Dony Tri Pamungkas untuk merebut posisi bek kiri utama Macan Kemayoran.
BACA JUGA : Misi Berat Garuda Muda di Asia: Tantangan Besar Menuju Piala Dunia U-17 2026
Kedatangan Shayne Pattynama di Persija
Shayne Pattynama resmi bergabung dengan Persija pada Januari 2026 dari klub Thailand, Buriram United. Kehadirannya diharapkan menambah opsi strategis bagi pelatih tim, khususnya di sisi kiri pertahanan. Namun, hingga saat ini, pemain 27 tahun tersebut belum mendapatkan kesempatan untuk tampil sebagai starter di BRI Super League musim ini.
Dalam tiga kali masuk daftar susunan pemain, Pattynama dua kali dimainkan dari bangku cadangan. Total menit bermainnya baru mencapai 18 menit, angka yang relatif kecil dibandingkan rekan-rekannya di posisi yang sama. Meski demikian, semangat dan motivasinya untuk bersaing tetap tinggi.
Dony Tri Masih Menjadi Pilihan Utama
Di sisi lain, Dony Tri Pamungkas masih menjadi andalan Persija di posisi bek kiri. Pemain muda berusia 21 tahun ini telah mencatatkan 14 penampilan sepanjang musim BRI Super League 2025/26. Penampilan konsisten Dony Tri membuatnya sulit digeser dari posisi inti, meskipun kedatangan Pattynama menghadirkan ancaman kompetitif.
Persaingan ini menunjukkan bahwa pelatih Persija memiliki opsi yang berimbang antara pengalaman Pattynama dan energi muda Dony Tri. Strategi rotasi pemain bisa menjadi kunci agar kedua pemain tetap tajam dan siap saat dibutuhkan.
Motivasi Pattynama Tetap Tinggi
Meski belum menjadi starter, Pattynama menunjukkan profesionalisme tinggi. Ia memanfaatkan setiap kesempatan di latihan untuk memperlihatkan kualitasnya. Sikapnya ini diapresiasi oleh staf pelatih Persija, yang menilai bahwa persaingan sehat di dalam tim justru meningkatkan performa keseluruhan.
Pattynama sendiri mengakui bahwa adaptasi dengan gaya bermain Persija dan BRI Super League membutuhkan waktu. Namun, ia tetap optimistis bisa mendapatkan kesempatan lebih banyak seiring berjalannya musim.
Dampak Persaingan Terhadap Tim
Persaingan antara Pattynama dan Dony Tri memberikan keuntungan bagi Persija. Pelatih memiliki opsi untuk menyesuaikan strategi bertahan sesuai lawan. Selain itu, persaingan ini juga memotivasi kedua pemain untuk terus meningkatkan kualitas, baik dalam menyerang maupun bertahan.
Tak hanya meningkatkan performa individu, persaingan sehat ini diyakini dapat memperkuat semangat tim. Pemain merasa terdorong untuk bekerja lebih keras, yang pada akhirnya berdampak positif pada hasil pertandingan Persija di BRI Super League.
Kesimpulan
Kedatangan Shayne Pattynama memang belum membawa perubahan langsung pada starting eleven Persija. Namun, semangatnya bersaing dengan Dony Tri Pamungkas menunjukkan sikap profesional dan ambisius. Persaingan sehat di sektor bek kiri tidak hanya memberikan keuntungan bagi tim, tetapi juga menjadi pelajaran bahwa kesabaran, kerja keras, dan determinasi adalah kunci untuk mendapatkan kesempatan bermain di level tertinggi.